
Qurbanindonesia.com - Qurban merupakan salah satu ibadah yang paling mulia di bulan Dzulhijjah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Tidak hanya sekadar menyembelih hewan, qurban memiliki makna dan nilai spiritual yang sangat mendalam. Lantas, Apa makna dari diperintahkannya berqurban? Apa hikmah pelaksanaan qurban? Untuk menjawab pertanyaan yang kerap kali muncul dalam pikiran.
Berikut Hikmah Berqurban
1. Melatih Ketaatan dan Kepatuhan kepada Allah
Salah satu hikmah yang paling utama dari pelaksanaan ibadah qurban adalah sebagai bentuk ketaatan serta kepatuhan kepada Allah SWT. Ibadah qurban mengandung pelajaran yang mendalam tentang kesetiaan kepada Allah SWT.
Melalui qurban, kita dipandu untuk merenungkan serta mengorbankan sebagian harta kekayaan yang kita miliki untuk memenuhi perintah Allah tanpa adanya syarat. Ini menegaskan bahwa kecintaan kita terhadap dunia tidak boleh lebih besar daripada kepada pemilik-Nya.
2. Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
Ibadah qurban mempunyai pondasi dan akar yang kuat sepanjang sejarah rasul terdahulu, salah satunya dalam kisah Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Ibadah qurban ini merupakan upaya untuk melestarikan serta meneladani peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim yang mendapat ujian dari Allah untuk menyembelih putra tersayangnya Nabi Ismail.
Sebagai umat muslim, hendaknya kita dapat mencontoh kesabaran dan ketataan Nabi Ibrahim yang menjalankan perintah Allah dengan penuh keikhlasan tanpa ragu sedikitpun.
3. Menumbuhkan Rasa Syukur
Dengan adanya ibadah qurban, umat islam bukan sekadar menjalankan perintah agama tapi juga mengekspresikan rasa syukur atas nikmat besar yang telah dianugerahkan oleh Allah untuk kita termasuk nikmat Iman dan Islam.
Qurban merupakan momentum yang tepat untuk merenungkan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hambanya yang mau bersyukur. Setiap hewan qurban yang kita sembelih menjadi simbol pengorbanan sebagai bentuk ungkapan syukur kepada-Nya.
4. Memperkuat Rasa Peduli dan Kepedulian Sosial
Selain sebagai bentuk rasa syukur, berqurban menjadi salah satu upaya untuk mempererat hubungan antar manusia sekaligus memupuk rasa kepedulian terhadap sesama. Saat berqurban, kita tidak hanya menyediakan daging untuk diri sendiri tapi juga dibagikan kepada fakir miskin, anak yatim serta orang-orang yang membutuhkan.
Melihat masih banyak sekali saudara kita yang hanya bisa menikmati daging setahun sekali ketika momen lebaran Idhul Adha. Oleh karena itu, adanya pelaksanaan ibadah qurban sebagai bentuk nyata kepedulian serta kesejahteraan terhadap sesama umat Islam sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial ataupun perasaan iri pada hati mereka.
5. Terhindar dari Sifat Kikir
Perlu diketahui bersama, tidak semua orang mau mengeluarkan sedikit rezekinya karena kecintaannya pada dunia lebih besar. Sejatinya ibadah qurban ini merupakan perintah untuk menyembelih sifat buruk yang ada pada diri manusia seperti kikir, egois, sombong dan rakus. Dengan membelanjakan harta di jalan Allah dengan ikhlas, maka Allah berjanji akan menjadikan orang yang berqurban senantiasa dijauhkan dari sifat kikir dan beruntung.
Hal ini dijelaskan dalam firman Allah QS. At-Taghabun ayat 16 yang berarti "Maka bertakwaaalah kamu kepada Allah menurut kesangupanmu, dengar, dan taatlah, nafkahkanlah yang baik untuk dirimu, dan siapa yang dipelihara dirinya dari sifat kikir, merekalah orang-orang yang beruntung." Itulah beberapa hikmah dari diadakannya perintah berqurban. Jadi, berqurban bukan hanya sekadar ibadah tahunan yang harus dirayakan tapi sebuah momentum untuk melatih keikhlasan, pengorbanan serta kepedulian. Semoga dengan mengetahui hikmah dibalik perintah berqurban kita lebih ikhlas dalam beribadah, lebih peduli terhadap sesama dan tentunya lebih dekat dengan ridha-Nya.
Penulis: Hilda Asani Mustika
Editor: Suci Wulandari